Joe Biden Memenangkan Pemilihan Presiden Amerika

0
33
pemilihan presiden amerika
pexels.com

Pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2020 ini, Joe Biden mengalahkan Presiden pertahana Donald Trump untuk menjadi presiden Amerika Serikat ke-46 pada hari Sabtu tanggal 7 November 2020 waktu setempat. Joe Biden memposisikan dirinya untuk memimpin negara yang saat ini tengah dicengkeram oleh pandemi virus corona 19 yang bersejarah dan pertemuan kekacauan ekonomi serta sosial yang kian menghangat.

Sebelum kepastian kemenangan Joe Biden terjadi, telah lebih dari tiga hari adanya ketidakpastian ketika para pejabat pemilihan nampak memilah-milah lonjakan suara yang menunda pemrosesan beberapa surat suara. Namum setelah ketidakpastian itu dapat terselesaikan akhirnya, Biden dinyatakan telah melewati 270 suara Electoral College dengan kemenangan di daerah Pennsylvania.

Joe Biden Menang di Quick Count Google

Google ikut menampilkan hasil proyeksi AP Biden yang mengantungi 284 electoral votes dan melewati ambang batas 270 untuk memenangi Pilpres AS.

Joe Biden (77) memiliki strategi yang dinilai ampuh untuk memenangi pilpres AS. Ia  tidak mempertaruhkan pencalonannya pada ideologi politik yang berbeda, namun pada penggalangan koalisi pemilih yang luas di sekitar gagasan bahwa Trump merupakan ancaman eksistensial bagi demokrasi Amerika.

Strategi tersebut terbukti efektif dan dapat menghasilkan kemenangan di negara bagian Michigan dan Wisconsin juga Pennsylvania. Padahal dulunya negara bagian tersebut menjadi benteng Demokrat yang telah beralih ke Trump pada tahun 2016.

pemilihan presiden amerika

Mantan wakil presiden AS Joe Biden ini, juga berhasil memenangkan suara populer nasional (popular vote) pemilihan presiden amerika dengan mendapat lebih dari 4 juta suara, selisih yang bisa bertambah karena surat suara terus dihitung.

Namun sayangnya, Trump memanfaatkan penundaan beberapa hari dalam pemrosesan pemungutan suara di beberapa negara bagian, dan secara keliru menuduh penipuan pemilih. Ia juga berpendapat bahwa saingannya berusaha merebut kekuasaan kepemimpinan. Tuduhan tak berdasar ini nampaknya Trump coba untuk menabur keraguan tentang proses dasar demokrasi.

Saat penghitungan suara pemilihan presiden amerika dilakukan, Joe Biden mencoba meredakan ketegangan dan memproyeksikan citra kepemimpinan presiden. Ia berusaha mencapai catatan persatuan yang tampaknya ditujukan untuk mendinginkan suhu negara yang memanas dan terpecah belah setelah pesta demokrasi terjadi.

“Kita harus ingat bahwa tujuan politik kita bukanlah peperangan tanpa henti yang total,” kata Joe Biden Jumat malam di Delaware. “Bukan, tujuan politik kita, pekerjaan bangsa kita, bukanlah untuk mengobarkan api konflik, tetapi untuk memecahkan masalah, untuk menjamin keadilan, untuk memberikan kesempatan yang adil kepada semua orang.” Lanjutnya malam itu. Baca juga, Sony akan meluncurkan seri terbaru Konsol Playstation 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here